Global warming atau dalam Bahasa Indonesia pemanasan global merupakan isu yang ramai diperbincangkan di berbagai penjuru dunia. Gletser yang meleleh, naiknya permukaan air laut, serta kerusakan vegetasi hutan ditenggarai disebabkan adanya fenomena global warming ini. Apabila kita menengok ke satu abad belakangan, manusia telah menyebabkan pemanasan paling tinggi dengan melepaskan gas yang membuat panas matahari terperangkap sebagai efek samping adanya modernisasi. Gas yang kemudian disebut gas rumah kaca tersebut kini levelnya lebih tinggi dari 650.000 tahun lalu.
APA YANG SEBAIKNYA KITA LAKUKAN?
Ubah mindset kita, jadilah insan yang peduli akan keberlangsungan planetnya. Dapat dimulai dengan mengubah gaya hidup kita menjadi 'Back to Nature'. Bisa jadi kata back to nature ini kita kenal dari game jadul yang mengisi masa kanak-kanak kita. Okay, kembali ke topik, back to nature memiliki arti kembali ke alam. Bukan berarti kita harus tinggal di belantara hutan Nusantara dan menjadi nomaden. Tidak, back to nature yang dimaksud adalah dengan merawat dan melestarikan lingkungan serta mengurangi kegiatan yang dapat merusak alam. Cara mewujudkannya diantaranya:
1. Hemat kertas
Kertas maupun tissue yang kita gunakan sehari-hari berbahan dasar dari kayu pohon. Semakin banyak penggunaan kertas tentu semakin banyak pula pohon yang ditebang. Biasakan diri agar tidak boros dalam menggunakan kertas dan tissue. Eits, tapi jangan jadikan alasan ini buat mager ngerjain skripsi ya.
Kertas maupun tissue yang kita gunakan sehari-hari berbahan dasar dari kayu pohon. Semakin banyak penggunaan kertas tentu semakin banyak pula pohon yang ditebang. Biasakan diri agar tidak boros dalam menggunakan kertas dan tissue. Eits, tapi jangan jadikan alasan ini buat mager ngerjain skripsi ya.
2. Hemat listrik
Listrik saat ini memiliki peran yang vital dalam segala lini kehidupan. Tapi bukan berarti kita bisa seenaknya dalam menggunakannya. Pilihlah barang yang memiliki spesifikasi hemat listrik. Gunakan listrik seperlunya. Dengan demikian, selain membantu merawat alam, tagihan listrik bulanan pun menjadi berkurang.
Listrik saat ini memiliki peran yang vital dalam segala lini kehidupan. Tapi bukan berarti kita bisa seenaknya dalam menggunakannya. Pilihlah barang yang memiliki spesifikasi hemat listrik. Gunakan listrik seperlunya. Dengan demikian, selain membantu merawat alam, tagihan listrik bulanan pun menjadi berkurang.
3, Hemat bahan bakar
Gas rumah kaca sebagian besar berasal dari sisa pembakaran dari penggunaan kendaraan bermotor. Untuk itu, kita bisa menggunakan moda transportasi umum apabila hendak bepergian. Dapat pula dengan bersepeda ataupun berjalan kaki.
4, Tanam pohon
Pohon dapat menyerap karbondioksida yang ada di udara. Oleh karena itu, mulailah tanam pohon di perkarangan rumah, sekolah, maupun kantor. Hal ini akan menekan kandungan karbondioksida di udara. Pokoknya tanam saja!
Sekian postingan saya kali ini mengenai gaya hidup 'Back to Nature', semoga bisa bermanfaat!
JanaPr,
Gas rumah kaca sebagian besar berasal dari sisa pembakaran dari penggunaan kendaraan bermotor. Untuk itu, kita bisa menggunakan moda transportasi umum apabila hendak bepergian. Dapat pula dengan bersepeda ataupun berjalan kaki.
4, Tanam pohon
Pohon dapat menyerap karbondioksida yang ada di udara. Oleh karena itu, mulailah tanam pohon di perkarangan rumah, sekolah, maupun kantor. Hal ini akan menekan kandungan karbondioksida di udara. Pokoknya tanam saja!
Sekian postingan saya kali ini mengenai gaya hidup 'Back to Nature', semoga bisa bermanfaat!
JanaPr,
0 comments:
Post a Comment