Thursday, May 31, 2018

Wednesday, November 15, 2017

Back to Nature, Gaya Hidup Mencegah Global Warming

Global warming atau dalam Bahasa Indonesia pemanasan global merupakan isu yang ramai diperbincangkan di berbagai penjuru dunia. Gletser yang meleleh, naiknya permukaan air laut, serta kerusakan vegetasi hutan ditenggarai disebabkan adanya fenomena global warming ini. Apabila kita menengok ke satu abad belakangan, manusia telah menyebabkan pemanasan paling tinggi dengan melepaskan gas yang membuat panas matahari terperangkap sebagai efek samping adanya modernisasi. Gas yang kemudian disebut gas rumah kaca tersebut kini levelnya lebih tinggi dari 650.000 tahun lalu.

APA YANG SEBAIKNYA KITA LAKUKAN?
Ubah mindset kita, jadilah insan yang peduli akan keberlangsungan planetnya. Dapat dimulai dengan mengubah gaya hidup kita menjadi 'Back to Nature'. Bisa jadi kata back to nature ini kita kenal dari game jadul yang mengisi masa kanak-kanak kita. Okay, kembali ke topik, back to nature memiliki arti kembali ke alam. Bukan berarti kita harus  tinggal di belantara hutan Nusantara dan menjadi nomaden. Tidak, back to nature yang dimaksud adalah dengan merawat dan melestarikan lingkungan serta mengurangi kegiatan yang dapat merusak alam. Cara mewujudkannya diantaranya:

1. Hemat kertas
Kertas maupun tissue yang kita gunakan sehari-hari berbahan dasar dari kayu pohon. Semakin banyak penggunaan kertas tentu semakin banyak pula pohon yang ditebang. Biasakan diri agar tidak boros dalam menggunakan kertas dan tissue. Eits, tapi jangan jadikan alasan ini buat mager ngerjain skripsi ya.

2. Hemat listrik
Listrik saat ini memiliki peran yang vital dalam segala lini kehidupan. Tapi bukan berarti kita bisa seenaknya dalam menggunakannya. Pilihlah barang yang memiliki spesifikasi hemat listrik. Gunakan listrik seperlunya. Dengan demikian, selain membantu merawat alam, tagihan listrik bulanan pun menjadi  berkurang.

3, Hemat bahan bakar
Gas rumah kaca sebagian besar berasal dari sisa pembakaran dari penggunaan kendaraan bermotor. Untuk itu, kita bisa menggunakan moda transportasi umum apabila hendak bepergian. Dapat pula dengan bersepeda ataupun berjalan kaki.

4, Tanam pohon
Pohon dapat menyerap karbondioksida yang ada di udara. Oleh karena itu, mulailah tanam pohon di perkarangan rumah, sekolah, maupun kantor. Hal ini akan menekan kandungan karbondioksida di udara. Pokoknya tanam saja!

Sekian postingan saya  kali ini mengenai gaya hidup 'Back to Nature', semoga bisa bermanfaat!


JanaPr,

Sunday, October 29, 2017

Dengan Cara Ini, Menanam Tanaman Bisa Dilakukan Tanpa Perlu Menyiram

Halo sobat semua! Terimakasih telah berkunjung!

Hari ini saya akan berbagi sedikit tutorial menanam dengan cara yang cukup unik, Ya, tanpa perlu menyiram. Dengan memanfaatkan Sains yang telah kita pelajari, kita bisa membantu merawat bumi kita tercinta. So, silahkan baca sampai habis postingan ini, jangan lupa share juga ke teman-teman kalian!

ALAT DAN BAHAN
Adapun yang pertama perlu disiapkan adalah bahan dan alatnya, seperti:
- botol plastik (sekalian menanam kita juga bisa mendaur ulang botol plastik)


- biji tanaman

- sumbu kompor atau bisa juga tali bekas alat pel

- mediam tanam dapat menggunakan tanah ataupun arang sekam.

- pisau cutter

- dupa dan korek untuk melubangi jika tidak ada dapat menggunakan paku






LANGKAH-LANGKAH
Jika bahan dan alatnya sudah disiapkan, kita dapat mulai membuatnya

Potong botol menjadi dua bagian



Lubangi tutup botol menggunakan dupa kalau tidak ada bisa menggunakan paku. Setelah dilubangi, masukkan tali sumbu.



Lubangi juga bagian samping botol, kemudian pasang kedua bagian botol seperti pada gambar di bawah,



Wadah tanaman sudah jadi. Beri tanah pada bagian atas, sedangkan pada bagian bawah beri air.



Jika sudah selesai, tanam biji kemudian letakkan tanaman di tempat yang terkena cahaya matahari,





Sekian tutorial menanam tanpa menyiram dari saya. Dengan memanfaatkan adanya gaya adhesi dan kohesi pada tegangan permukaan air, akan menyebabkan fenomena kapilaritas. Air yang ada di bawah akan naik ke atas oleh tali sumbu.

Apabila ada yang kurang jelas bisa ditanyakan pada kolom komentar. Selamat mencoba!



JanaPr,

Wednesday, October 18, 2017

Tentang Blog Muncuk Don Biu

"Pacul sekali seperti muncuk don biu." itulah penggalan kata dari seorang Kupit, salah satu personil Nosstress, yang ditujukan untuk menggambarkan dirinya sewaktu SMA. Nosstress sendiri merupakan band indie asal Bali yang beranggotakan 3 personil yang berasal dari SMA yang sama. Lagu-lagu yang dibawakan band ini bisa dibilang anti-mainstream. Bagaimana tidak, topik-topik berat mengenai masalah sosial dan lingkungan berhasil dikemas ke dalam lirik yang sederhana nan enak didengar.

Nosstress saat tampil di sebuah acara


Mengenai blog ini, mengapa saya beri nama Muncuk Don Biu?  Namun, sebelum itu, mari kita bicara soal tema dari blog ini terlebih dahulu. Blog ini merupakan blog yang isinya menjurus pada satu tema, yaitu lingkungan. Mendengar kata lingkungan, yang pertama terpikirkan oleh kita barangkali adalah pepohonan, hewan, ekosistem, maupun bumi itu sendiri. Dari sanalah saya memilih nama Muncuk Don Biu. Nama yang begitu unik dan khas yang apabila diterjemahkan dari bahasa Bali ke bahasa Indonesia artinya ujung daun pisang yang notabene adalah bagian dari pohon pisang. Apalagi "Muncuk Don Biu" ini merupakan kata-kata dari personil Nosstress. Band yang dikenal memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan sekitar, baik melalui karyanya maupun aksi nyata. Pandangan saya, Nosstress dapat menjadi representasi dari hal yang berbau lingkungan.

Jadi gimana? Sudah cocokkan nama blog ini dengan temanya, lingkungan. Kalau nggak cocok ya cocokkin aja. By the way, kurang lengkap rasanya jika saya tidak menyinggung mengenai tanggal  lahir  dibuatnya  blog ini, yakni pada tanggal 19 Oktober 2017 dan mungkin karena perbedaan pada zona waktu dengan server Blogger, postingan ini diberi tanggal kemarin 18 Oktober 2017 (Catatan: saya berada pada zona waktu WITA yaitu GMT+8). Kemudian, mengenai alasan dibuatnya blog ini, jujur saja, pembuatan blog ini tidak lepas dari tugas dosen saya pada mata kuliah Aplikasi Sosial Media. Kedepannya saya akan memposting hal-hal berkaitan demgan tema lingkungan sembari mengisi waktu luang saya. Sekian isi dari postingan pertama saya, semoga bermanfaat bagi kalian. Have a nice day!


JanaPr,